Halo Sobat Jussmaba! Usai menyelesaikan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), ratusan siswa kelas X SMA Negeri 1 Babat langsung menyambut kegiatan Penerimaan Tamu Calon Ambalan Penegak atau yang dikenal sebagai PENTA CAMP Tahun 2026. Kegiatan perkemahan ini berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (17–18 Juli 2026), digelar di lingkungan sekolah dengan penuh antusiasme.
PENTA CAMP merupakan agenda tahunan wajib yang dirancang untuk mengenalkan struktur serta nilai-nilai Gerakan Pramuka di SMAN 1 Babat kepada para anggota baru. Lebih dari sekadar formalitas, kegiatan ini ditujukan untuk membentuk karakter siswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan peserta didik baru, tetapi juga didukung oleh jajaran pembina Pramuka, panitia pelaksana, wali kelas X, alumni Dewan Penegak, hingga delegasi PMR yang bersiaga sepanjang acara.

Rangkaian PENTA CAMP 2026 dibuka secara resmi melalui upacara pembukaan pada Jumat pagi. Setelahnya, para peserta menerima pembekalan materi keagamaan, kepramukaan, dan kepemimpinan.
Setelah jeda istirahat, sholat, dan makan (ishoma), suasana berganti menjadi lebih hangat saat memasuki agenda Malam Keakraban (Makrab). Sesi ini menjadi ruang bagi para peserta untuk saling mengenal lebih dekat, menampilkan kreativitas, dan mempererat tali persaudaraan antar sesama siswa maupun senior.
Setelah waktu istirahat malam, kegiatan berlanjut pada Sabtu pagi yang ditutup dengan dua agenda krusial yaitu upacara pelantikan sebagai momen pengukuhan resmi para siswa kelas X sebagai Penegak Tamu Ambalan SMAN 1 Babat serta Upacara Penutupan yang menjadi Penanda berakhirnya seluruh rangkaian PENTA CAMP 2026 dengan lancar dan kondusif. Berdasarkan wawancara yang dilakukan tim JUSSMABA, Pradani SMAN 1 Babat Tahun 2026, Kaniya Fadilla Rahmadhani dari kelas XI-1 menyampaikan bahwa PENTA CAMP 2026 bertujuan untuk mengenalkan Gerakan Pramuka SMA Negeri 1 Babat kepada peserta didik baru sekaligus menjadi sarana pengembangan wawasan, karakter, dan jiwa kepemimpinan mereka.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan didukung oleh berbagai persiapan yang dilakukan panitia sejak jauh hari. Persiapan tersebut meliputi kesiapan fisik, jasmani, dan rohani panitia, pengadaan perlengkapan yang dibutuhkan, penyusunan proposal, pengurusan surat perizinan kepada pembina, peminjaman peralatan, hingga koordinasi terkait penyediaan konsumsi selama kegiatan berlangsung. Dalam proses persiapan, panitia juga menghadapi sejumlah hambatan. Namun, berbagai kendala tersebut dapat diatasi melalui komunikasi yang baik, koordinasi yang efektif, serta kerja sama antar panitia sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
Menurutnya, salah satu agenda yang menjadi sorotan dalam PENTA CAMP 2026 adalah pentas seni (Pensi). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para peserta untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan potensi yang dimiliki sekaligus mempererat kebersamaan antar anggota. Melalui PENTA CAMP 2026, panitia berharap para peserta mampu menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap Gerakan Pramuka di SMA Negeri 1 Babat sebagai salah satu wadah pembentukan karakter peserta didik.

Tim JUSSMABA juga mewawancarai salah satu peserta PENTA CAMP 2026, Adinda Ferlita Restu Anindita dari kelas X-11, mengenai pengalamannya selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia mengungkapkan bahwa setelah kegiatan berakhir, dirinya merasakan perpaduan antara rasa lelah dan lega. Meski demikian, perasaan tersebut diiringi dengan kebahagiaan karena seluruh rangkaian PENTA CAMP dinilai berlangsung seru dan memberikan banyak pengalaman berharga. Menurutnya, salah satu momen yang paling berkesan adalah malam pentas seni. Pada kegiatan tersebut, setiap kelas menampilkan pertunjukan yang kreatif dan menarik sehingga menciptakan suasana yang meriah sekaligus mempererat kebersamaan antar peserta. Selain itu, penyampaian materi oleh para pembina juga menjadi bagian yang tidak kalah menarik karena memberikan wawasan baru mengenai kepramukaan serta nilai-nilai kepemimpinan.

Ia juga menilai bahwa kegiatan jelajah malam menjadi agenda yang paling dinantikan. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak untuk membangun rasa percaya terhadap teman satu regu dengan menutup mata dan saling berpegangan saat menyusuri rute yang telah ditentukan. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa kerja sama, komunikasi, dan kepercayaan merupakan hal yang sangat penting dalam menyelesaikan setiap tantangan.
Selama mengikuti PENTA CAMP 2026, peserta juga memperoleh pengalaman baru yang dinilai bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini mendorong peserta untuk lebih mandiri, disiplin, serta bertanggung jawab dalam setiap aktivitas. Di samping itu, PENTA CAMP turut mempererat hubungan antar peserta sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kerja sama, saling percaya, dan solidaritas dalam sebuah tim. (NAY)