Halo Sobat Jussmaba! Pada hari ini, Jum’at, 31 Juli 2026 SMA Negeri 1 Babat, melaksanakan program Jum’at Rutin secara bergilir untuk membangun karakter, spiritualitas, dan kesehatan fisik peserta didik.

Pada pelaksanaan pekan ini, siswa-siswi kelas X mendapatkan bagian untuk melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan kelas. Kegiatan gotong royong ini dirancang untuk menanamkan rasa cinta lingkungan, tanggung jawab, serta membangun kebersamaan antar siswa. Perwakilan kelas X mengungkapkan bahwa aktivitas bersih-bersih kali ini sangat seru.

Sementara itu, siswa-siswi kelas XI mengikuti kegiatan Kajian Jum’at di masjid sekolah sebagai sarana penguatan spiritualitas dan pembentukan karakter. Dalam sesi kali ini, materi mengenai “6 Syarat Menuntut Ilmu” disampaikan secara mendalam oleh pemateri yaitu Bapak Ahmad Khoyin, S.Pd. Salah satu perwakilan siswa dari kelas XI menyampaikan bahwa program ini sangat bermanfaat. Ia berharap pembiasaan positif ini dapat terus berlanjut hingga satu tahun kedepan untuk membantu siswa-siswi SMA Negeri 1 Babat menjadi pribadi yang lebih baik.

Di lapangan sekolah SMA Negeri 1 Babat, siswa-siswi kelas XII diarahkan untuk mengikuti kegiatan senam bersama guna menjaga kebugaran jasmani. Perwakilan kelas XII merasa Jum’at ini berbeda dan lebih berwarna dibanding Jum’at sebelumnya karena adanya kegiatan baru tersebut. Ia pun menaruh harapan besar agar program Jum’at Rutin ini tidak hanya bertahan selama satu tahun kedepan, melainkan dapat dilaksanakan seterusnya.

Kepala Sekolah, Bapak Muhtarom, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa rotasi berkala ini bertujuan agar seluruh siswa mendapatkan pengalaman pembiasaan yang menyeluruh. Program ini menegaskan bahwa pembentukan karakter siswa tidak boleh bertumpu pada akademis semata, melainkan juga harus dengan kepedulian lingkungan, penguatan spiritual, dan kebugaran tubuh.

Melalui komitmen dan konsistensi dalam menjalankan rotasi program Jum’at Rutin ini, SMA Negeri 1 Babat optimis dapat terus memfasilitasi tumbuh kembang siswa secara adil dan berkesinambungan. Pihak sekolah berharap kombinasi aktivitas fisik, sosial, dan spiritual ini mampu mencetak generasi peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual serta peduli terhadap lingkungan sekitar. (FIL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *